Skip to content
Beranda » Daerah » Pemprov NTB-Kadin Sepakat Perkuat Kolaborasi Investasi

Pemprov NTB-Kadin Sepakat Perkuat Kolaborasi Investasi

info kabar mandalika
Thu, 30 Jul 2026
Bagikan: f X W T P
✓ Tautan disalin!

Mataram (kabarmandalika) – Pemprov NTB dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sepakat memperkuat kolaborasi.

Kemitraan ini dalam rangka mendorong investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kesepakatan itu mengemuka dalam Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pertimbangan, dan Dewan Pengurus Kadin Provinsi NTB Masa Bakti 2025–2030, Rabu (29).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun iklim investasi yang sehat.

Termasuk juga dalam memperkuat sektor-sektor produktif, serta mempercepat transformasi ekonomi daerah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Menurut Gubernur, Pemprov NTB terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dunia usaha dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat kemitraan, serta memberikan kepastian bagi para investor.

“Saya ingin menciptakan suasana yang benar-benar mendukung dunia usaha. Silakan teman-teman Kadin memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia untuk kegiatan maupun pertemuan dengan mitra bisnis,” ujar Miq Iqbal.

Di tengah dinamika ekonomi global, lanjutnya, tantangan tidak boleh dipandang sebagai hambatan.

Akan tetapi peluang untuk melakukan transformasi ekonomi melalui inovasi dan penguatan sektor-sektor yang memiliki keunggulan kompetitif.

“Daripada terus fokus pada krisis, lebih baik kita fokus mencari peluang yang muncul dari setiap tantangan. Dunia sedang berubah dan cara berpikir kita juga harus berubah,” katanya.

Gubernur menjelaskan bahwa arah pembangunan ekonomi NTB bertumpu pada fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Selain industri pengolahan dan pariwisata, sektor pertanian, agrobisnis, agromaritim, agroforestri, industri garam, serta ketahanan pangan diproyeksikan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Ia mengungkapkan, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB telah mencapai 131, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) mencapai 135. Ini menunjukkan meningkatnya produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi NTB.

Dia meniliai, pertumbuhan ekonomi Bumi Gora sebagai salah satu yang paling berkualitas di Indonesia.

Anindya menerangkan,  pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB nomor dua di Indonesia. Ini harus tentu harus disyukuri dan diapresiasi.

“Karena pemerintah daerah beserta seluruh pelaku usaha telah bekerja keras,” katanya.

Menurut Anindya, pertumbuhan ekonomi NTB tidak hanya ditopang oleh satu sektor. Tetapi tumbuh secara seimbang melalui industri pengolahan, pertambangan, pariwisata, pertanian, dan berbagai sektor produktif lainnya.

Struktur ekonomi yang semakin beragam tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov NTB yang membangun kolaborasi dengan Bali dan Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat konektivitas pariwisata.

Kolaborasi itu juga akan mengembangkan wellness tourism, serta membuka peluang pasar lebih luas bagi produk-produk unggulan daerah.

Menurutnya, Kadin Indonesia siap mempromosikan berbagai potensi investasi NTB melalui jejaring internasional yang dimiliki. Kadin juga akan memperkenalkan produk unggulan daerah kepada investor dan mitra bisnis global.

Anindya berpendapat, ada tiga sektor strategis yang perlu terus diperkuat bersama. Yakni perdagangan, pekerja migran, dan UMKM.

Penguatan ketiga sektor tersebut harus dibarengi dengan pembangunan yang berkelanjutan dan kepastian regulasi agar mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.