KabarMandalika – Kebakaran yang terjadi di kawasan wisata Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, menyebabkan sejumlah bangunan usaha hangus terbakar.
Kebakaran hebat di Gili Trawangan terjadi pada Kamis (12/3) pagi sekitar pukul 06.00 WITA.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) Ainal Yaqin mengatakan, terdata enam bangunan usaha terdampak.
Kondisi enam bangunan terdampak kebakaran rata-rata rusak parah akibat amukan api.
Bangunan yang terbakar masing-masing Sama Sama Reggae Bar, Manta Dive, Ocean 2, Gili Mart, Hello Capitano, serta Diversia Diving Club and Bungalows.
Terhadap bangunan usaha ini, kerugian materi yang ditimbulkan mencapai puluhan miliar rupiah.
Menurut Ainal, pihaknya pertama kali menerima informasi kebakaran dari pengeras suara masjid di sekitar lokasi.
Mendengar kabar adanya kebakaran, petugas Damkar langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Kami menerima informasi dari toa masjid. Setelah itu kami langsung bergerak ke lokasi. Sekitar pukul 06.30 Wita api sudah dalam kondisi pembakaran sempurna dan kobarannya sangat besar,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dengan memanfaatkan sumber air dari kolam milik Manta Dive. Proses pemadaman juga dibantu oleh masyarakat setempat.
Ainal menjelaskan, bangunan yang mengalami kerusakan paling parah adalah Sama Sama Reggae Bar yang berfungsi sebagai bar dan restoran dengan luas sekitar 8 are.
Sementara untuk Ocean 2 yang juga merupakan bar dan restoran dengan luas sekitar 5 are turut hangus terbakar.
Kemudian, di Manta Dive bagian yang terbakar adalah bar serta sebagian kecil bungalow. Sedangkan Gili Mart juga dilaporkan habis dilalap api.
Bangunan Hello Capitano dengan ukuran sekitar 1 are ikut terbakar, serta restoran Diversia Diving Club.
Kobaran api pertama kali muncul dari Sama Sama Reggae Bar. Kencangnya hembusan angin membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain yang berada berdekatan.
Kondisi tersebut sempat membuat warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi panik. Warga setempat turut membantu petugas memadamkan api agar tidak semakin meluas.
Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Kebakaran diduga karena korselting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
