Skip to content
Beranda » Daerah » Gedung Baru BPBD KLU Dirancang dengan Tampilan Berbeda, Tonjolkan Identitas Lembaga

Gedung Baru BPBD KLU Dirancang dengan Tampilan Berbeda, Tonjolkan Identitas Lembaga

info kabar mandalika
Wed, 14 Oct 2026
Bagikan: f X W T P
✓ Tautan disalin!

KABAR MANDALIKA – Gedung baru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) dirancang dengan tampilan yang menonjolkan identitas lembaga.

Berbeda dari kebanyakan gedung perkantoran pemerintahan, bangunan ini mengadopsi warna khas BPBD yang didominasi oranye pada bagian fasad.

Pembangunan gedung ini senilai Rp 4,67 miliar. Lokasinya berada di depan Polsek Gangga dan berdampingan dengan Koramil Gangga.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) KLU, Rangga Wijaya mengatakan, secara umum desain gedung BPBD tetap mengusung konsep perkantoran pemerintahan.

Namun ada pembeda utamanya dari kantor pemerintahan pada umumnya, yaifu terletak pada desain fasad dan pemilihan warna bangunan.

Menurut Rangga, penggunaan warna oranye menjadi salah satu cara untuk mempertegas identitas BPBD pada bangunan tersebut.

Warna itu sekaligus membedakannya dari gedung organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di lingkup Pemkab KLU.

Dengan desain yang menonjolkan warna khas BPBD, gedung baru ini diharapkan memiliki identitas visual yang berbeda dari perkantoran pemerintahan lainnya.

Di balik desain tersebut, pembangunan gedung BPBD kini dikejar sesuai masa pelaksanaan kontrak selama 150 hari atau sekitar lima bulan.

Rangga menjelaskan, waktu pengerjaan yang relatif terbatas tidak terlepas dari proses lelang yang sempat tertunda.

Meski demikian, dia optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Berdasarkan hasil monitoring, pekerjaan di lapangan berlangsung setiap hari. Ketersediaan material juga masih mencukupi, sementara koordinasi antara kontraktor dan direksi pekerjaan berjalan dengan baik.

Rangga memastikan, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) turut menjadi perhatian selama proses konstruksi.

Kontraktor diminta memastikan seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja.