Skip to content
Beranda » Daerah » Kisah Ramedan di Lombok Utara yang Hidup dengan Kondisi Lumpuh dan Kemiskinan

Kisah Ramedan di Lombok Utara yang Hidup dengan Kondisi Lumpuh dan Kemiskinan

info kabar mandalika
Jum, 20 Mar 2026
Bagikan: f X W T P
✓ Tautan disalin!

KabarMandalika – Ramedan hanya bisa berbaring lemas di rumah tuanya di Dusun Gumantar, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

komplikasi penyakit asam urat akut yang dideritanya cukup lama membuatnya mengalami kelumpuhan.

Ramedan dan keluarga tinggal di sebuah rumah kayu yang tampak rapuh dimakan usia. Dindingnya lapuk, sebagian papan sudah mulai renggang.

Bangunannya terlihat miring seolah tak lagi kuat menahan terpaan angin dan hujan. Ramedan timggal bersama istri dan dua anaknya.

Dia mengalami kelumpuhan permanen akibat komplikasi penyakit asam urat akut yang telah lama dideritanya. Aktivitas sehari-hari pun sepenuhnya bergantung pada bantuan sang istri.

Ramedan tinggal bersama istrinya, Suriani, serta dua orang anak mereka yang masih di bawah umur.

Dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas itulah, Suriani menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga.

Ramedan menceritakan, istrinya yang harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setiap hari Suriani bekerja serabutan sebagai buruh tani dan buruh ternak milik warga sekitar. Namun pekerjaan itu tidak selalu ada.

Penghasilan yang diperoleh pun tak menentu, hanya cukup untuk menyambung hidup dari hari ke hari. “Bahkan harus mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar,” katanya.

Kondisi rumah yang mereka tempati juga menambah beban kehidupan keluarga tersebut. Bangunan yang kini menjadi tempat berteduh itu sebenarnya bukan milik mereka.

Ramedan mengaku, rumahnya berdiri di atas lahan milik almarhum kakak kandung istrinya.

“Jika hujan turun, air masuk karena bocor. Kadang takut juga kalau angin kencang karena kayunya sudah lapuk begini,” keluh Ramedan.